Digital Letter Drop #3: Ananda Badudu & Dave Lumenta – Lagu-lagu yang Menginspirasi Musik ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’

by Reno NismaraDes 2, 2021

Tersedia dalam bahasa:

Digital Letter Drop merupakan rubrik yang menampilkan pilihan musik (lagu, playlist, mixtape, dsb.), video musik, dan artwork yang kami terima secara digital. Kirim karya kalian lewat tombol di bawah untuk kesempatan dipamerkan di Printscreen. Kami sudah siap siaga menyimak dan menyeleksi semua karya yang masuk.


Ananda Badudu dipercaya menulis lagu tema untuk film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, sementara Dave Lumenta bertanggung jawab atas komposisi score-nya. Kepada kami, mereka membocorkan sejumlah lagu yang menginspirasi penciptaan masing-masing.

Ananda Badudu menulis:
Dear Studiorama,

Perkenankan saya membagikan lagu-lagu yang menginspirasi pembuatan lagu “Bangun, Bajingan!” yang menjadi soundtrack film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Nggak banyak sih, cukup lima saja, tapi semoga bisa memberi bayangan terhadap proses penulisan lagu yang saya lalui waktu itu bersama kolaborator Dave Lumenta dan Indra Perkasa.

Pertama, ada “Polly” dari Moses Sumney yang selama dua tahun belakangan selalu ada di playlist pribadi. Setelah menemukan Moses, nggak butuh waktu lama untuk menghabiskan semua diskografinya. Menurut saya, semua lagunya bagus, nggak terkecuali. Aransemennya kacau, bagus banget, liriknya bikin mikir: “Kok bisa nulis begitu?”, apalagi vokalnya yang sangat surgawi. Mendengarkan album Moses punya efek yang sama dengan mengikuti sesi Headspace sejam. Rasanya senang juga ketemu hero baru dalam bermusik. Saya pikir nggak akan ketemu lagi setelah kita menginjak usia tertentu, karena katanya selera kita stuck di musik-musik yang kita dengar waktu remaja. Tapi Moses Sumney membuktikan kalau itu cuma mitos.

Kedua adalah “Claire de Lune”-nya Claude Debussy. Dua tahun lalu saya memutuskan untuk belajar piano meskipun usia saya tak lagi muda. Biarin, peduli setan. Cita-cita saya dalam belajar piano ada dua: 1) Bisa memainkan lagu “Sampai Jadi Debu” yang aransemen pianonya dibuat Gardika Gigih; 2) Bisa memainkan “Claire de Lune” tanpa perlu belajar not balok. Kedua cita-cita itu saya kejar sepenuh hati dan segenap waktu. Yang pertama, syukur alhamdulillah tercapai. Yang kedua, belum. Ternyata butuh waktu dan usaha keras karena nggak segampang itu buat pemula. Tapi seru. Berkat “Claire de Lune” juga saya jadi suka main di C# alias scale yang banyak tuts hitamnya, yang katanya kalau main banyak di tuts hitam berarti sudah lumayan jago. Kalau kata komposer Indra Perkasa, jarang-jarang ada orang yang nyaman main di C#. Mendengar itu saya jadi tersipu bangga, padahal mah kitu wey.

Ketiga, “Say What You Will” kepunyaan James Blake. Sudah lama saya suka dan mendengarkan James Blake. Menurut saya, dia lebih keren dari Finneas, yang bikin musik untuk Billie Eilish. Terus tiba-tiba dia mengeluarkan video musik “Say What You Will” yang kocak banget. Kalau belum nonton, lihat dulu deh di YouTube. Jadi di video musik itu ada Finneas yang diceritakan sedang jadi idola banget, sementara si James Blake jadi musisi yang kurang dianggap dan agak-agak iri dengan pencapaian Finneas. Entah apakah itu mewakili perasaan James Blake yang sesungguhnya atau tidak, yang pasti video musik itu menunjukkan bahwa dia punya selera humor yang sungguh respectable.

Keempat, Isyana Sarasvati dengan “LEXICON”. Lewat album bertajuk sama dengan judul lagu tersebut, Isyana menunjukkan kalau musik akan bicara dengan sendirinya kepada pendengar asalkan kita bermusik secara jujur. Musisinya — dalam kasus ini: Isyana — pun terlihat lebih bercahaya, berbinar-binar, dan bahagia. Mungkin ini sotoy, tapi terlihat di semua videonya kalau Isyana benar-benar menikmati ketika dia memainkan lagu-lagu dari album LEXICON di depan publik. Semangat itu terasa dan sampai ke penonton. Ini penting dan menginspirasi banget buat songwriter. Apalagi video yang kolaborasi dengan Deadsquad; gila itu energinya, transendental sih.

Kelima dan terakhir, Kendrick Lamar yang punya lagu berjudul “DNA.”. Kendrick ini benar-benar panutan dalam hal penulisan lirik. Saya kagum banget dengan cara dia menulis dan mengangkat berbagai isu di dalam lagunya. Selain itu, musiknya juga selalu diproduseri dengan baik dan keren. Saking sukanya dengan lagu “DNA.”, saya berani bilang kalau saya lumayan hafal dan bisa singalong. Kalau lagi karaokean di Happy Puppy, ini jadi lagu yang wajib diputar.

Dave Lumenta menulis:
Dear Studiorama,

Saya ingin berbagi sedikit tentang album soundtrack juga lagu-lagu individual yang menjadi inspirasi dan/atau referensi dalam penggarapan score film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

Setidaknya ada lima album soundtrack yang terpikir: Merry Christmas, Mr. Lawrence dari Ryuichi Sakamoto, The Falcon and the Snowman dari Pat Metheny Group, The Killing Fields dari Mike Oldfield, Goldfinger dari John Barry, dan Pulp Fiction.

Kelima album soundtrack tersebut dipilih terutama karena scoring yang masih menerapkan penggunaan leitmotif yang kuat dan melodius. Namun khusus untuk Ryuichi Sakamoto dan Mike Oldfield, saya juga mencari inspirasi penggunaan synthesizer dan soundscape yang khas untuk era ‘80-an. Sementara untuk Pulp Fiction, saya mencari inspirasi bagaimana musik bisa digunakan secara ironis, bisa menjadi sebuah statement tersendiri jika mood musik dan gambar ditabrakkan.

Untuk inspirasi sound, saya juga mencari inspirasi dari lagu-lagu individual. Lagu yang paling muda dirilis pada 1983, sementara yang paling tua dirilis pada 1969. Lagu-lagu tersebut adalah “Spiegelsaal” dari Kraftwerk, “Transporter” dari Eddie Jobson, “The Court of the Crimson King” dari King Crimson, dan “I Can’t Quit You, Baby” versi Led Zeppelin.

About the Author

Reno Nismara
-
Enam jahitan di kepala membuatnya percaya bahwa hidup penuh dengan sudut-sudut tajam. Salah satu pendiri kolektif kreatif Studiorama dan vokalis sekaligus pengocok tamborin untuk unit musik Crayola Eyes.
Share Article

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan edisi Printscreen terkini (dan banyak lagi!) langsung di inbox Anda.

© copyright 2021 Printscreen