Reaching What’s Within

by Reno NismaraJun 15, 2021

Tersedia dalam bahasa:

Sekilas tentang upaya melihat ke dalam.

Tidak pernah mudah untuk menggali ke dalam diri. Para filsuf Yunani kuno dengan kebijakannya yang kekal bahkan mengakui: tantangan terbesar dalam hidup adalah untuk mengenali diri sendiri. Selain karena memang membutuhkan upaya dan waktu untuk bisa benar-benar berefleksi, tak sedikit pula yang justru khawatir atas apa yang mungkin terkuak ke permukaan. Belum lagi kecenderungan untuk membuat senang orang-orang di sekitaran ketimbang fokus mengurus diri.

Atas sebab itulah pandemi memiliki potensi jadi berguna (siapa sangka kata ‘pandemi’ dan ‘berguna’ bisa muncul dalam satu kalimat yang sama?); ditambah dengan momen tahun baru yang dapat menjadi alasan kuat untuk menekan tombol reset. Rutinitas sehari-sehari memang tetap bergulir, tapi keterbatasan ruang gerak — bagi yang taat karantina — membuka rongga yang bisa diisi oleh usaha-usaha melihat ke dalam. Turunnya frekuensi berjumpa dengan orang lain juga mampu menggeser pola pikir untuk lebih mengutamakan diri sendiri — tentunya sambil memerhatikan batasan-batasan yang mungkin dipegang oleh para individu di sekeliling.

Dalam edisi kedua Printscreen ini, kami berupaya menyentuh perihal menggali diri lewat sekumpulan artikel yang termuat. Ada tulisan personal Madrim Djody yang menelaah pembentukan selera musiknya, wawancara mendalam dengan ikon sepak bola nasional Rochi Putiray (antara lain membahas masa kecilnya di Ambon dan penyesalannya sebagai pesepakbola), rekomendasi dokumenter dari Dylan Amirio a.k.a. Logic Lost yang baru menyelupkan dirinya ke dalam sebuah hobi baru, pilihan film bertemakan refleksi diri, dan masih banyak lagi.

Dengan menulis artikel-artikel itu, kami mendapatkan perspektif juga referensi baru terkait penggalian diri, bahkan ada yang sampai menyadari hal-hal baru soal diri sendiri. Kami harap Anda juga merasakan manfaat yang serupa saat membacanya; menemukan poin-poin menarik yang beresonasi dengan Anda dan menjadikannya bagian dari sarana dalam pengenalan diri lebih jauh. Selamat menikmati.

About the Author

Reno Nismara
-
Enam jahitan di kepala membuatnya percaya bahwa hidup penuh dengan sudut-sudut tajam. Salah satu pendiri kolektif kreatif Studiorama dan vokalis sekaligus pengocok tamborin untuk unit musik Crayola Eyes.
Share Article

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan edisi Printscreen terkini (dan banyak lagi!) langsung di inbox Anda.

© copyright 2021 Printscreen