Sound + Vision: ‘Pariah’ – Perjuangan dengan Representasi

by Xandega TahajuansyaDes 18, 2020

Tersedia dalam bahasa:

Sound + Vision adalah rubrik yang menggabungkan ulasan film dengan playlist yang terinspirasi dari film yang diulas. Kali ini, Xandega Tahajuansya menelaah Pariah selaku salah satu film perdana arahan sutradara kulit hitam yang mampu meningkatkan kesadaran publik mengenai perjuangan orang-orang kulit hitam di berbagai belahan dunia.

Pariah
Sutradara: Dee Rees
Tahun rilis: 2011
Negara: Amerika Serikat

Dengarkan playlist yang terinspirasi oleh Pariah di bawah ini.

Dee Rees, sang sutradara, memanfaatkan lima menit pertama film ini untuk merangkum manis premisnya: seorang perempuan yang menjalani kehidupan ganda untuk menyeimbangkan hasrat personalnya dan kemauan keluarganya, disorot dengan kilauan warna oleh sinematografer Bradford Young — salah satu nama favorit saya, juga terlibat dalam penggarapan film Arrival, A Most Violent Year, dan serial When They See Us.

Aktris Adepero Oduye memerankan karakter utama Alike dengan memikat, menangkap keresahan yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak simpatik terhadap keinginannya. Namun saya merasakan bagaimana Dee Rees juga sedang berusaha menemukan jati dirinya melalui film ini. Kombinasi kedua hal tersebut terasa jelas ketika Alike dan keluarganya berada di tengah kekisruhan. Tetapi, berkat pesona para pemeran juga energi film secara keseluruhan, kita bisa melihat keindahan di antara segala kekacauan yang terjadi.

Semakin banyak representasi dari orang-orang dengan variasi latar belakang dalam film komersial seperti Pariah, semakin banyak pula kosakata perasaan dan referensi tindakan yang bisa diserap penonton muda untuk memahami dan merespons kerasnya hidup. Sebelum Pariah, saya tidak pernah melihat film yang mewakili orang seperti Alike dan lingkungannya. Dengan demikian, Pariah menjadi penting dan relevan bagi para Alike lain yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Bagi penonton serial Master of None produksi raksasa streaming Netflix, tentu familier dengan episode “Thanksgiving” yang, digawangi oleh kemahiran akting Lena Waithe, merepresentasikan LGBTQ untuk kulit hitam. Bisa dibilang Pariah-lah, sebuah film independen berbujet setengah juta dollar AS saja, yang mengawali dan membuka jalannya.

Rangkuman

Nilai: 7.8/10
Karakter favorit: Alike.
Tonton film ini bila Anda suka: Master of None episode “Thanksgiving” (2017), Moonlight (Barry Jenkins, 2016).
Sorotan: pesona naif dari akting Adepero Oduye, sinematografi berkilau persembahan Bradford Young.

About the Author

Xandega Tahajuansya
-
Salah satu personel band Polka Wars dan juga pendiri beberapa perusahaan yang berkontribusi terhadap lingkungan. Memiliki minat dalam menonton dan membuat film sejak Ibunda menceritakan bahwa Xandega kecil tidak suka cerita apa pun kecuali film-film yang ia tonton.
Share Article

Sign up for our monthly newsletter and get the best of Printscreen in your in-box

© copyright 2020 Printscreen