Sound + Vision: ‘Horse Money’ – Masa Lalu yang Selalu Menghantui

by M. Shahriza RijadiJun 15, 2021

Tersedia dalam bahasa:

Sound + Vision adalah rubrik yang menggabungkan ulasan film dengan playlist yang terinspirasi dari film yang diulas. Salah satu penulis tamu pada edisi ini adalah M. Shahriza Rijadi yang membahas Horse Money arahan ikon arthouse Portugal, Pedro Costa.

Horse Money
Sutradara: Pedro Costa
Rilis: 2014
Negara: Portugal

Dengarkan playlist yang terinspirasi oleh Horse Money di bawah ini.

Saya cukup yakin siapapun yang menonton Horse Money pasti memiliki interpretasi masing-masing dalam mengartikan film ini. Dalam sepuluh menit film ini berjalan pun saya masih menebak-nebak alur cerita dan arahan si sutradara. Dialognya semrawut, penyuntingannya kadang teratur dan kadang acak. Jujur, saya hampir menekan tombol stop sebelum mulai berserah kepada adegan demi adegan yang disajikan. Perlahan, saya bisa menikmati keindahan implisit yang memuncak hingga adegan penutup.

Film ini bercerita tentang Ventura, seorang imigran asal Cape Verde, Portugal. Menurut interpretasi saya, Ventura sedang larut dalam kesepiannya menuju maut; terombang-ambing dalam perjalanan di alam perbatasan antara hidup dan mati, di mana realita, mimpi, imajinasi, dan memori larut menjadi satu. Sebuah perjalanan misterius dengan keterasingan dari lokasi, waktu, dan usia.

Dalam suatu adegan, Ventura berkata bahwa ia dipenuhi dengan rasa sesal akibat tidak pernah benar-benar merasakan hidup di sepanjang hayatnya — sedikit mengingatkan saya terhadap film Ikiru (1952) yang disutradarai Akira Kurosawa.

Menikmati Horse Money mungkin membutuhkan sedikit kesabaran dan kepasrahan, namun, begitu kredit penutup muncul di layar, yang akan termaktub di dalam kepala adalah bukti keindahan sinema seorang Pedro Costa.

Rangkuman

Nilai: 7/10
Adegan favorit: percakapan Ventura dengan Vitalina Varela di bawah temaram lampu-lampu jendela yang berpijar di sekitar mereka.
Karakter favorit: Vitalina Varela. Gaya bicaranya yang begitu sayup dan ringkih terus terngiang di kepala saya sepanjang film. Kemungkinan besar, Vitalina juga merupakan karakter favorit Pedro Costa, karena ia kemudian merilis film panjang Vitalina Varela pada 2020.
Tonton Horse Money bila Anda suka: film-film yang mencampuradukkan keterasingan dengan mimpi, realita, imajinasi, dan memori, macam Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives (Apichatpong Weerasethakul, 2010) dan yang pasti film-film Pedro Costa lainnya.
Sorotan: warna hitam kelam yang mendominasi keseluruhan film dan Pedro Costa yang berhasil merangkai adegan demi adegan maha indah tanpa memberi konteks spesifik apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.

About the Author

M. Shahriza Rijadi
-
Seorang penikmat film, musik, literatur, dan hidup. Kesehariannya disibukkan dengan bekerja sebagai pegawai swasta.
Share Article

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan edisi Printscreen terkini (dan banyak lagi!) langsung di inbox Anda.

© copyright 2021 Printscreen