Sound + Vision: ‘Monsieur Verdoux’ – Pengembara

by Ladya CherylJun 15, 2021

Tersedia dalam bahasa:

Sound + Vision adalah rubrik yang menggabungkan ulasan film dengan playlist yang terinspirasi dari film yang diulas. Salah satu penulis tamu pada edisi ini adalah Ladya Cheryl yang membahas Monsieur Verdoux selaku salah satu film Charlie Chaplin yang paling menantang moralitas penontonnya.

Monsieur Verdoux
Sutradara: Charlie Chaplin
Tahun rilis: 1947
Negara: Amerika Serikat

Dengarkan playlist yang terinspirasi oleh Monsieur Verdoux di bawah ini.

Pada awal kariernya di dunia film, Charlie Chaplin dikenal sebagai pembawa kegembiraan bagi para penikmat film komedi. Tetapi menariknya, dalam Monsieur Verdoux, ia berhasil menghadirkan seorang karakter yang pesimis terhadap perempuan, penipu dan pembunuh, namun tetap bisa membuat penonton memikirkan kemungkinan membela karakter tersebut.

Karakter utama Henri Verdoux berangkat dari kejadian nyata seorang pembunuh, Henri Désiré Landru, di Prancis pada 1915, namun kemudian dikemas dengan narasi khas Chaplin. Saya selalu tertarik dengan film-filmnya yang sering mengawinkan beragam perasaan dalam satu adegan. Contohnya, dalam film ini, adegan yang menabrakkan hal-hal yang dinilai baik dan buruk secara kolektif.

Verdoux juga digambarkan sebagai seseorang yang percaya akan takdir, menjadi alat bagi Chaplin untuk menciptakan komedi berupa benturan-benturan kejahatan yang direncanakan dengan beberapa kegagalannya. Tidak lupa pergerakan Chaplin sebagai aktor yang selalu dinamis, menggunakan segala sensasi yang dirasakan tubuhnya untuk merespons kejadian di sekitar. Hal seperti inilah yang membuat saya senang menonton film-film Chaplin; terasa sangat manusia.

Rangkuman

Nilai: ​8/10
Adegan favorit: Verdoux berdialog di ruang makan rumahnya dengan seorang perempuan yang baru dikenal, Verdoux di perahu dengan Annabella Bonheur (diperankan oleh Martha Raye), dan Verdoux berdialog dengan pastor.
Karakter favorit: Annabella Bonheur.
Tonton Monsieur Verdoux bila Anda suka: Mamma Roma (Pier Paolo Pasolini, 1962), High and Low (Akira Kurosawa, 1963).
Sorotan: film ini mengingatkan saya untuk mencari lagi apa saja hal-hal yang saya yakini secara jujur dalam hidup. Agama dan Tuhan bukanlah masalah yang dialami oleh Verdoux, melainkan kemanusiaan. Pencarian kembali tentang siapa kita sebenarnya.

About the Author

Ladya Cheryl
-
Aktor dan pembuat film yang senang belajar serta bereksperimen lewat film dan realita. Mulai menulis cerita pendek pada 2013. Salah satu proses kreatif yang dinikmatinya selain menulis adalah mencoret-coret.
Share Article

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan edisi Printscreen terkini (dan banyak lagi!) langsung di inbox Anda.

© copyright 2021 Printscreen