On Paper: Ladya Cheryl

by Reno NismaraDes 2, 2021

Tersedia dalam bahasa:

On Paper adalah rubrik yang berangkat dari ide untuk mengombinasikan estetika zine cetak dengan media digital. Sebuah seri wawancara ringan bersama sosok-sosok yang diminta merekomendasikan dan berpendapat soal apa pun. Semua jawaban ditulis tangan langsung pada lembar kertas yang diberikan; menyajikan pengalaman dan karakteristik pribadi para narasumber. Kertas kemudian dipindai dan disajikan apa adanya ke dalam satu segmen utuh.

Membutuhkan sutradara sekaliber Edwin, penulis sekelas Eka Kurniawan, dan film setingkat Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas untuk membuat Ladya Cheryl kembali berakting setelah enam tahun absen dari kancah film Indonesia. Kali ini ia berperan sebagai karakter bernama Iteung yang digambarkan mahir berkelahi di dunia yang seolah hanya menerima petarung laki-laki.

Film tersebut menandakan kolaborasi keenam Ladya dengan Edwin setelah Kara, Anak Sebatang Pohon (2005), Hulahoop Soundings (2008), Babi Buta Yang Ingin Terbang (2008), Trip to the Wound (2008), dan Kebun Binatang (2012) — menyambung tradisi kolaborasi sutradara/aktris dalam sinema yang sudah lebih dulu dilakukan antara lain oleh Antonioni/Vitti, Bergman/Ullmann, Almodóvar/Cruz, dan Lynch/Dern.

Dalam rangka sedikit menggali apa yang ada di dalam kepala Ladya, kami berkeputusan melakukan korespondensi lintas benua dengannya — ia sudah balik ke New York guna melanjutkan studi film yang diambil — untuk rubrik On Paper kali ini. Sebuah tanya jawab dengan topik yang meliputi Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, film-film kegemarannya, dan hidup secara umum.

Ladya Cheryl sebagai Iteung pada Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. (Dok. Palari Films)

Apa hal pertama yang elo pikirkan ketika bangun tidur?

Kalau elo bukan seorang aktris sekarang, kira-kira apa yang akan elo lakukan?

Hal apa yang paling meyakinkan elo untuk berakting dalam sebuah film?

Apakah masih ingat film pertama yang elo benar-benar suka dan alasannya?

Omong-omong soal Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, apa hal yang menurut elo menarik dari karakter Iteung?

Apa hal dari dalam diri Iteung yang sama banget dengan elo? Dan apa yang beda banget?

Siapa karakter fiksi dalam film yang ingin elo ajak ketemu seharian?

Rekomendasikan tiga film Indonesia yang wajib ditonton.

Kalau elo cuma bisa menonton satu film berulang-ulang seumur hidup elo, kira-kira apa film yang elo pilih dan kenapa?

Apa sebenarnya pekerjaan impian elo?

Apa yang sedang menjadi obsesi elo sekarang?

Apa hal paling konyol yang pernah elo dengar tapi elo setuju dengan hal itu?

Apa makanan favorit elo sepanjang masa?

Apa hal yang menurut elo overrated?

Apa hal yang menurut elo underrated?

Apa hal yang dulu elo nggak percaya tapi sekarang percaya?

Apa hal yang menarik buat elo akhir-akhir ini?

Sampai detik ini, apa nasihat terbaik yang pernah elo dapat dari orang lain?

Ingat nggak apa hal terakhir yang bikin elo tertawa terbahak-bahak?

Coba gambar sesuatu yang merepresentasikan keadaan elo saat ini.

Daftar pertanyaan oleh Yogha Prasiddhamukti.

About the Author

Reno Nismara
-
Enam jahitan di kepala membuatnya percaya bahwa hidup penuh dengan sudut-sudut tajam. Salah satu pendiri kolektif kreatif Studiorama dan vokalis sekaligus pengocok tamborin untuk unit musik Crayola Eyes.
Share Article

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan edisi Printscreen terkini (dan banyak lagi!) langsung di inbox Anda.

© copyright 2021 Printscreen