Ramblings: Kejutan Kecil Beruntun Yang Menyenangkan

by Sal PriadiDes 2, 2021

Tersedia dalam bahasa:

Sal Priadi (kedua dari kanan) memerankan karakter Tokek pada Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. (Dok. Palari Films)

Kalau saya bisa memberikan judul dalam bab hidup saya sewaktu terlibat dalam film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, maka judul yang tepat adalah judul tulisan ini. Karena rasanya waktu itu memang seperti satu set kejutan kecil yang datang beruntun, dan semuanya menyenangkan.

Bab ini dimulai dengan ajakan meeting dari Bung Edwin (sutradara) dan Eddy (produser) di salah satu coffee shop Jakarta. Itu saja sudah bikin saya terkejut; ada apa ini saya diajak meeting dengan orang Palari Films? Saya sudah tahu Palari Films dari lama, lewat film-film yang mereka rilis sebelumnya. Kemudian Bung Edwin dan Eddy cerita ke saya kalau mereka mau bikin satu film yang diangkat dari buku Eka Kurniawan. Itu kejutan kedua. Lalu mereka bilang ada satu posisi peran yang bakal cocok saya isi dan saya harus coba. Itu kejutan ketiga.

Setelah itu, kami janjian meeting lagi; kali ini di kantor Palari Films. Tapi ternyata itu bukan meeting biasa karena saya sudah diminta baca skrip filmnya. Ya sudah, saya baca, ngobrol sebentar, lalu pulang. Beberapa minggu kemudian, saya ditelepon untuk datang lagi ke kantor Palari Films. Ternyata mereka mau kasih selamat ke saya karena mendapatkan peran Tokek. Itu kejutan lagi.

Maju beberapa waktu, saya bertemu dengan para pemeran film lainnya yang ternyata diisi oleh orang-orang yang selalu saya kagumi. Ada Marthino Lio, Ladya Cheryl, Reza Rahadian, Ibu Christine Hakim. Sekadar informasi, line pertama dalam film itu datangnya dari saya. Jadi waktu big reading perdana, sayalah yang membukanya dengan membaca line tersebut di hadapan banyak orang. Saya ingat sekali Ibu Christine Hakim ada persis di sebelah saya, kemudian di sebelahnya lagi ada Reza Rahadian. Ada Kang Cecep Arif Rahman juga. Semua ada di situlah pokoknya. Itu kejutan lagi.

“Saya sadar kalau saya harus belajar lebih banyak tentang seni peran dan saya memang mau melakukannya.”

Lalu syuting dimulai. Proses syutingnya juga mengejutkan karena itu pertama kalinya saya berhadapan dengan kamera segede Gaban. Yang bikin saya terkejut lagi adalah orang yang ada di belakang kamera, sinematografernya, yang adalah Akiko Ashizawa. Saya jadi punya kesempatan untuk bisa lihat cara kerja sinematografer besar yang juga punya karya besar di lingkup industri ini.

Sampai akhirnya kita tiba di perilisan film. Tanggapannya positif dan bahkan sampai dapat penghargaan dari festival film Locarno. Jadi semuanya serba mengejutkan, serba beruntun, namun di sisi lain serba menyenangkan.

Tentunya saya bangga atas pencapaian ini, tapi harus diakui bahwa waktu pertama kali menonton film ini saya banyak mengkritisi diri tentang penampilan yang saya berikan. Namun saya cukup berusaha untuk tidak memikirkan itu, karena saya tahu filmnya sangat bagus. Total look-nya bagus, warnanya bagus; jadi ya sudahlah, namanya juga pertama kali akting. Saya sadar kalau saya harus belajar lebih banyak tentang seni peran dan saya memang mau melakukannya.

About the Author

Sal Priadi
-
Salmantyo Ashrizky Priadi, lebih dikenal dengan nama Sal Priadi, adalah musisi asal Malang yang mulai aktif berkarya pada 2015. Beberapa lagunya yang telah berkeliaran ke sana kemari adalah “Kultusan”, “Ikat Aku di Tulang Belikatmu”, “Melebur Semesta”, “Amin Paling Serius”, dan yang terbaru “Serta Mulia”. Ia melebarkan sayapnya ke dunia akting pada 2020 dengan memerankan karakter Tokek pada film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.
Share Article

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan edisi Printscreen terkini (dan banyak lagi!) langsung di inbox Anda.

© copyright 2021 Printscreen