Sound + Vision: ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ – Cinta, Laga, dan Trauma

by Ratu FelishaDes 2, 2021

Tersedia dalam bahasa:

Sound + Vision adalah rubrik yang menggabungkan ulasan film dengan playlist yang terinspirasi dari film yang diulas. Penulis tamu pada edisi khusus kali ini adalah Ratu Felisha yang berkenan mengulas Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas di mana ia sendiri berperan sebagai karakter ajaib bernama Jelita.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Sutradara: Edwin
Rilis: 2021
Negara: Indonesia

Dengarkan playlist yang terinspirasi oleh Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas di bawah ini.

Kisah saya dengan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas bisa dibilang bermula pada 2013 selepas berkeliling festival film internasional mewakili film Something in the Way arahan Teddy Soeriaatmadja. Waktu itu Mas Teddy berpesan, “Kamu kan sudah masuk festival film internasional nih, sayang kalau berikutnya bikin film massal lagi. Coba lebih selektif. Tanya siapa sutradaranya.”

Itulah kenapa saya sempat tidak main film lama, tepatnya lima tahun, sebelum memutuskan ikut serta dalam proyek Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Waktu itu manajer saya meminta saya casting untuk film buatan sutradara Aruna dan Lidahnya, yang di mana saya sangat suka dengan film tersebut. Dan ternyata, saya langsung diterima pada hari casting itu; setelah diminta Mas Edwin (sutradara) untuk mencoba adegan menyusuri hutan bersama karakter Ajo Kawir.

Mas Edwin tahu kalau saya belum pernah baca buku Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, dia pun sempat bertanya: “Menurut kamu, Jelita itu cantik atau tidak?” Saya bilang cantik, tapi ternyata kebalikannya total. Bahkan kalau di buku, Jelita itu bau sekali. Jadi kemudian Mas Edwin bilang kalau saya akan perlu pakai prostetik saat memerankan Jelita. Saya menyambut informasi itu dengan senang, karena berakting dengan prostetik adalah pengalaman langka.

Alhasil, saya harus bangun jam tiga pagi setiap ada jadwal syuting — tiga jam lebih cepat dibanding pemeran yang lain, karena itulah waktu yang dibutuhkan, bahkan lebih, untuk memasang prostetik di wajah saya.

Waktu saya menonton film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas untuk pertama kalinya, saya mencoba mencari-cari kekurangan film ini. Tetapi ternyata tidak ada. Saya suka semua adegannya. Film ini merupakan kisah cinta yang epik. Dari awal memang sudah ada elemen film laganya, tapi ada romansanya juga. Rasanya hangat melihat dinamika Ajo Kawir, yang diperankan Marthino Lio, dan Iteung, yang diperankan Ladya Cheryl (trivia: saya dan Ladya pernah tergabung di dalam satu tim cheerleader saat SMP. Ladya menjadi kapten tim karena dari dulu dia sudah lincah seperti belut).

Jujur, ini bukan karena saya terlibat, tetapi saya belum pernah menonton film Indonesia yang selengkap ini. Saya bangga bisa menjadi bagian dari film ini, apalagi Jelita merupakan karakter paling menantang yang pernah saya perankan.

Rangkuman

Nilai: 9.5/10
Adegan favorit: momen Iteung berkelahi dengan Budi Baik (Reza Rahadian).
Karakter favorit: Iteung.
Tonton Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas bila Anda suka: True Romance (Tony Scott, 1993), Natural Born Killers (Oliver Stone, 1994).
Sorotan: sifat multitafsir yang dimiliki oleh film ini. Jelita bagi saya bisa mewakili suatu hal, tapi bagi orang lain bisa saja mewakili hal yang berbeda.

About the Author

Ratu Felisha
-
Seorang aktris yang tak bisa berfungsi tanpa musik.
Share Article

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan edisi Printscreen terkini (dan banyak lagi!) langsung di inbox Anda.

© copyright 2021 Printscreen